Liebster Blog Award 2014 : Menjawab Pertanyaan Sindy Shaen

Image

 

Yeay! Kembali lagi di Liebster Blog Award 2014 ( Oh, Andai ini lobster, udah kenyang kali ). Kali ini aku akan menjawab 10 pertanyaan dari makhluk paling eksis di timeline twitterku ; Sindy Shaen di sini. Sebenarnya sih Sindy gak nanya aku yah, akunya aja sih yang caper pengin ditanya eh ternyata beneran dikasih pertanyaan. Well, udah terlanjur, ya gak apa-apalah… sekalian numpang eksis di blognya Sindy. 😀

 

1. Dalam sebulan bisa baca berapa buku? (Nggak masalah, buku yang dibeli sendiri atau pinjam dari teman/perpus?

2 Buku paling banyak. Karena aku termasuk pembaca siput, yang artinya aku itu pembaca yang lamaaaaa banget.

2. Kalau bisa jadi salah satu tokoh dalam buku, kamu ingin jadi siapa? Kenapa?

Ursulla Monkton! Karena kereeeen bisa terbang, bisa berubah jadi kain sobek-sobek.

Dan pastinya aku mau jadi Nadira Suwandi, karena aku masih penasaran perihal kematian ibunya dan yang utama kepengin nyelesaiin urusan dengan Utara Bayu. Selain itu aku suka karakter Nadira yang tertutup, menyimpan semua rasa sakit sendirian, dan hidupnya itu seolah-olah cuma di dunianya sendiri. Akh, I love Nadira Suwandi!

3. Suami/istrimu kelak harus suka baca buku juga atau tidak? Kenapa?

Suka boleh, gak suka juga gak apa-apa tapi harus mendukung hobi istrinya yang bergelar Si Penimbun Buku.

4. Bagaimana kamu menularkan virus membaca ke anak-anakmu kelak?

Aku akan bacakan berbagai buku sejak calon anak-anakku masih dalam kandungan karena dalam surah Al ‘Alaq ayat 1-5 pun yang merupakan surah pertama yang diturunkan oleh Allah SWT adalah perintah membaca. Dan akan aku penuhi rumah dengan buku-buku kesukaan mereka.

5. Sebutkan masing-masing 1 penulis luar dan dalam negeri yang paling kamu favoritkan. Kenapa?

Penulis dalam negeri : Saat ini Okky Madasari, karena tulisan-tulisannya membuatku jatuh cinta. Tema yang diangkat adalah tema marjinal tapi ditulis dengan sangaaat luar biasa. Setiap bagian ceritanya ditulis detil tapi mengalir tanpa membuat pembaca jadi bosan.

Penulis luar negeri : Saat ini Neil Gaiman. Karena aku terkesan sekali pas baca The Ocean At The End Of The Lane.

 

6. Kapan kamu biasanya menulis?

Gak punya waktu khusus. Itu kelemahan. Bisa kapan aja sih tapi tetap tergantung mood.

7. Saat terkena writer block, apa yang biasanya kamu lakukan?

Baca. Bikin craft dari kain flannel ( hahaha, ini rahasia sebenarnya ). Twitteran. Bobo. 😛

8. Kenapa kamu (ingin) menulis buku?

Ya, kenapa gak toh? Hahaha, jawaban gak banget.

Aku pengin punya sesuatu yang dibanggakan buat keluargaku kelak ; orang tua dan anak ( nantinya ) tapi itu bukan suatu hal yang penting banget sih. Bukan prioritas utama. 

9. Jika dipertemukan dengan penulis favoritmu, apa yang ingin kamu tanyakan padanya?

Bagaimana dia bisa menciptakan cerita dengan tulisan yang indah? Dan dari mana dia dapat ide cerita yang selama ini diangkatnya.

10. “Writing for pleasure” or “writing for popularity”? :p

Writing for pleasure, of course!

 

Aaakh lega udah jawab pertanyaan Sindy Shaen. Yeah, well, pertanyaan yang aku minta Sindy tanyakan ke aku. Iya, aku super caper sama Sindy. Selama gak dosa sih gak apa-apa yah? Iya. :)))

Oya, pertanyaan berantai Liebster Blog Award 2014 berhenti di sini yah. Aku gak akan melempar ke siapa pun lagi. Thanks.

 

Liebster Blog Award 2014

Image

Baiklah, jadi sepertinya hari ini di timeline twitter saya dihebohkan oleh  Liebster Blog Award 2014. 

Apa itu Liebster Blog Award 2014? Jadi ini adalah tentang pertanyaan berantai dari seorang blogger yang harus kita jawab. Tugas saya adalah menjawab 10 pertanyaan dari Putri ( @kopilovie ), lalu memberikan 10 random facts about me ( Nah yang ini sih dari Mbak Yuska, saya iseng aja masukin 😛 ), lalu melempar 10 pertanyaan untuk 10 blogger lain yang beruntung.

Pertanyaan dari Mput :

1. Apa alasan kalian suka baca buku?

Apa yah? Nggak ada alasan sih sebenernya, suka aja. Dan ini udah berlangsung dari saya kecil. Mungkin karena dari TK udah dicekokin orang tua sama bacaan kali yah. Jadi Papa saya selalu beliin majalah Bobo, Donald Duck sejak TK. Pas masuk SD, SMP dilangganin Majalah Gadis, Anita ( yang isinya cerpen semua kalau nggak salah ). SMA udah mulai beli buku sendiri dan tetap juga dapat jatah beli buku kalau pas jalan ke Mall. Oh, mungkin juga karena Mama saya juga termasuk yang gila baca.

2. Fiksi atau non fiksi? Why?

Fiksi dong! Eh ini baca atau nulis yah? Kalau baca, ya karena mungkin lebih seru aja dan lebih bisa berimajinasi. Kalau nulis, karena saya nggak bisa nulis non fiksi.

  • 3. Punya jam-jam khusus untuk membaca? Jika, ya, berapa jam sehari? Jika tidak, kapan saja kalian biasanya meluangkan waktu untuk baca buku?

Nggak punya. Sesempatnya aja. Saya selalu bawa buku setiap harinya minimal 1 buku. Kadang baca di mobil jemputan, jam istirahat kantor atau kapan aja kalau saya sempat dan mood.

4. Prefer online or offline shop untuk belanja buku? Why?

Online. Udah lama nggak beli buku offline karena males jalannya. Kalau online kan cuma tinggal pilih-pilih, pesan, bayar trus nungguin sampai rumah deh.

  • 5. Genre favorit kalian?

Nggak ada yang favorit. Semua genre dibaca walau nggak semua genre saya suka dan terbiasa.

7. Berapa budget yang kalian sediakan dalam sebulan untuk belanja buku? : )) Kira-kira aja, sekedarsurvey.

Nggak ada budget. Saya termasuk penimbun buku. Dan beli buku bisa kapan aja ya tentunya kalau masih ada yang bisa buat belinya sih. Hehehe. Kalau disuruh kira-kira ( duh maafin ya siapa aja yang udah protes sama tumpukan buku di kamar ) ya sekitar 200 – 400 ribuan.

  • 8. Apa rating orang di Goodreads/review orang lain di blog mereka memengaruhi keinginan kalian untuk membeli sebuah buku?

Kalau Goodreads gak pengaruh banget, hampir gak pernah ngecek ke sana. Kalau review sangat berpengaruh karena beberapa teman punya selera baca yang sama jadi kadang beli buku yang samaan sama mereka.

  • 9. Cover buku apa yang menurut kalian paling kece sejauh ini? Kalau bisa, tolong posting gambarnya juga, dong :p

Apa yah? Skip aja boleh? Hehhe. Mungkin cover Entrok versi Indonesia karya Okky Madasari.

Image10. Tokoh fiksi yang paling bikin kalian jatuh cinta? (Tokoh fiksi cewek untuk yang cowok, tokoh fiksi cowok untuk yang cewek)

Aku mau jawab tokoh cewek aja yah, boleh yah??? Sip, boleh. Hahaha. Oke, ini tokoh fiksi yang sudah membuat saya jatuh cinta. Kalau memang harus cowok berarti saya jatuh cinta pada Bayu Utara ( atau Utara Bayu ) masih di novel 9 dari Nadira.

Image10. Buku apa saja yang tahun lalu menyesal kalian baca/tidak kalian selesaikan? Mengapa?

Nggak ada. Udah dibeli ya gak akan menyesal. Tidak diselesaikan? Ada sih tapi diterusin baca lagi walau lamaaa banget bacanya.

10 Random Facts About Me :

1. Dengan bangga saya sebut diri saya si Penimbun Buku.

2. Sedang suka buku-buku lokal sastra, semi sastra dan semacamnya yang indie atau pun major.

3. Gila kopi. Gila kopi! 

4. Suka semua makanan pedas. Gak suka kecap manis dan saos dalam makanan apa pun.

5. Pengumpul kacamata (?). Saya baru sadar kalau saya sering banget beli kacamata tapi lupa naruh di mana jadi hampir gak pernah ingat untuk pakai yang baru.

6. Baru 3 bulanan bikin akun FB, itu juga demi jadi member dari Monday Flash Fiction. Yeay! I am the member!

7. Jatuh cinta dengan tulisan Okky Madasari. Jatuh cinta dengan Nadira Suwandi di 9 dari Nadira-nya Leila S Chudori.

8. Hobi begadang. Hehehe, bukan hobi sih ini mah karena saya gak pernah bisa tidur cepat.

9. Phobia kecoak, gelap dan tempat sempit.

10. Sayang banget sama laptop barunya Asus + Hde Toshibanya.

January read-along: Pasung Jiwa

octread
Hoaaaa! Selamat tahun baru semua!

Di awal tahun ini Reight, yang diwakili oleh Indah, sudah memilih buku untuk bacaan pembuka di awal tahun, yaitu Pasung Jiwa karya Okky Madasari. Buku ini pemenang Khatulistiwa Literary Awards tahun 2012.

  • Judul: Pasung Jiwa
  • Tebal: 328 halaman
  • Terbit: Mei 2013
  • Cover: Softcover
  • ISBN: 978-979-22-9669-3
  • Harga: Rp. 55.000,-

Sinopsis

Apakah kehendak bebas benar-benar ada?
Apakah manusia bebas benar-benar ada?

Okky Madasari mengemukakan pertanyaan-pertanyaan besar dari manusia dan kemanusiaan dalam novel ini.

Melalui dua tokoh utama, Sasana dan Jaka Wani, dihadirkan pergulatan manusia dalam mencari kebebasan dan melepaskan diri dari segala kungkungan. Mulai dari kungkungan tubuh dan pikiran, kungkungan tradisi dan keluarga, kungkungan norma dan agama, hingga dominasi ekonomi dan belenggu kekuasaan.

Siapa saja boleh ikutan baca. Nanti kalau udah baca, silakan mention linknya ke @yuska77 atau @adit_adit. Biar nanti kami kumpulkan dalam satu post. Oh ya, setiap bulan ada pertemuan untuk membahas buku yang…

View original post 27 more words

RBC Meeting with Eve Shi

rbc
Searah jarum jam: Danis, Iif, Yuska, Bee, Rara, Eve Shi, Dwi, Indah, dan Putri

Hari Minggu, 24 November 2013, Reight Book Club mengadakan Sunday Meeting untuk berdiskusi tentang buku Aku Tahu Kamu Hantu. Bertempat di SukaSuki, FX Senayan, kami makan suki-suki sepuasnya sampai kenyang, lalu membahas tentang Aku Tahu Kamu hantu kepada Eve Shi yang ternyata seorang penulis wu xia.

Menurut Danis, AKTH adalah novel horror tapi lebih terasa thriller. Ia menikmati novel ini walau ada tulisan di beberapa bagian yang kurang rapi. Tokoh di novel ini banyak, namun semua memiliki porsi yang pas dan tidak sia-sia. Danis menambahkan, akan lebih greget kalau detail mengenai karate (yang dikuasai Liv) agar tidak terasa seperti tempelan.

Puput bertanya apakah novel AKTH berdasarkan kisah nyata. Menurut Eve Shi, AKTH murni fiksi.

Dwi juga penasaran dengan cara Eve memanage tokoh-tokohnya yang banyak. Eve membuat daftar/bagan tokoh. Tapi karena ia sudah hapal dengan karakternya, bagan…

View original post 279 more words

Book Review – Kembang Api Malam Ini oleh Latree Manohara

image

Judul Buku   : Kembang Api Malam Ini ( Kumpulan Cerpen )
Penulis           : Latree Manohara
Penerbit         : Gigih Pustaka Mandiri
Tahun terbit : Agustus 2012
Tebal              : 104 Halaman
Harga             : Rp. 30.000
Beli                 : Langsung di penulisnya ( @elmanohara ) atau @jualbukusastra

**

Sebenarnya dari dulu saya bukan penyuka kumpulan cerpen karena ceritanya yang pendek-pendek dan terkesan nanggung, tapi sejak terlibat dengan beberapa proyek antologi cerpen/flash fiction saya mulai menggemarinya.
Tahun ini merupakan tahun yang membawa banyak perubahan dalam dunia membaca saya.

Banyak buku dari genre yang dulunya tidak saya sukai, saya mulai mencoba kali ini. Salah satunya buku-buku sastra lokal. Dan entah kenapa saya sangat menyukai sastra lokal yang tidak terlalu umum atau tidak diketahui orang banyak.

Kembang Api Malam Ini adalah kumpulan cerpen dari penulis yang berasal dari Semarang, Latree Manohara. Saya pesan buku ini langsung dari penulisnya karena sempat melihat promosi buku ini dari @jualbukusastra. Saya pikir dari pada membeli di toko buku online lebih keren beli dari penulisnya langsung sambil meminta tanda tangan dan sedikit kalimat puitis untuk saya secara pribadi.

Buku ini berisi 11 cerita pendek :

1. Hamil

Cerpen pertama berjudul Hamil ini berkisah tentang persoalan rumah tangga Aku dengan suaminya yang dari tahun ke tahun mengalami masalah, suaminya tak lagi mencintainya. Dee, si Aku ini tak ingin kehilangan Jay, suaminya. Ia kemudian melakukan cara terakhir untuk membuat Jay tetap bersamanya. Ya, ia terpaksa membuat dirinya hamil agar Jay suaminya kembali mencintainya dan tidak meninggalkannya. Namun bukan tanpa alasan mengapa Jay begitu ngotot ingin berpisah. Itulah salah satu penyebab retaknya hubungan mereka berdua.

2. The Wine

Bercerita tentang Aku, seorang perempuan yang diajak oleh teman lelakinya untuk menikmati gemerlap dunia malam. Untuk pertama kalinya kemudian Aku mencoba mencicipi minuman keras ( wine ) yang dipesankan oleh si lelaki. Setelah Aku “dibuat” mabuk oleh si lelaki kemudian ia pun harus mendapati dirinya ditinggalkan oleh si lelaki dalam keadaan tidak sadar.

3. Genderuwo

Dari awal cerita ketiga ini sudah dibangun dengan suasana mistis. Hilangnya Rim menjadi buah bibir di masyarakat sekitar. Tidak ada jejaknya meski para tetangga sudah mencarinya ke mana-mana. Setelah tiga hari menghilang, tiba-tiba saja Rim muncul kembali di belakang rumah dengan keadaan menangis dan tak ingin berbicara. Sembilan bulan setelah kejadian menghilangnya Rim, tetangga dikejutkan dengan lahirnya bayi berbulu yang diceritakan Tuk, ayah Rim. Mereka menduga kalau Rim dihamili oleh Genderuwo ketika hilang dahulu. Beberapa bulan kemudian Rim kembali menghilang dan tak ada satu pun orang yang tahu keberadaannya. Apakah Rim kembali diculik oleh Genderuwo atau ada hal lain yang semua orang tak ketahui?

4. Kembang Api Malam Ini

Cerpen yang judulnya dijadikan buku ini berkisah tentang Aku yang begitu mencintai Mur, anak tetangga rumahnya. Sudah sedari kecil Aku begitu melindungi dan menyayangi Mur hingga benih-benih cinta tumbuh dan kian besar seiring bertambahnya usia. Mur menjelma menjadi gadis cantik dan itu membuat Aku ingin melamarnya. Namun ada kejutan luar biasa dari Mur yang membuat Aku harus menerima kenyataan hidup yang terasa pahit untuknya.

5. Bayang-bayang

Cerpen ini adalah gambaran yang kerap kali terjadi pada masyarakat kita sekarang ini. Sebuah fenomena dari tindakan yang tidak bertanggung jawab bahkan cenderung kriminal. Aku dihantui oleh sepasang mata yang mengikutinya ke mana saja. Tidak hanya itu, tangisan bayi hampir setiap malam mengganggunya. Apa yang terjadi padanya? Mengapa ia selalu merasa diikuti?  Sepasang mata dan tangisan bayi semata-mata adalah suatu cerminan rasa bersalah dan penyesalan yang membebaninya selama ini.

6. Abu Abu Abu

Abu Abu Abu menceritakan tentang ketidaksukaan Aku dengan warna abu-abu dan kian bertambah tidak suka karena bencana gunung merapi di kampungnya yang menimbulkan abu yang menewaskan orang banyak termasuk Rusmi. Karena keadaan itulah akhirnya ia tak bisa menikahi Rusmi, perempuan yang sedianya akan dinikahinya saat bulan besar.

7. Susu untuk Sari

Suami Yun meninggal karena kecelakaan. Keadaan sulit sepeninggal suaminya itu membuat Yun menjadi buruh cuci. Penghasilan yang tak mencukupi membuat Yun akhirnya menyanggupi ikut bekerja bersama Warti, temannya. Pekerjaan mencuri kain di pasar bersama Warti dan Tarman sebenarnya bukan pekerjaan yang didambakannya tapi demi susu untuk Susi, ia terpaksa melakukannya.

Miris. Endingnya membuat saya depresi di tengah malam.

8. Ombak Pantai Tengah Malam

Ini cerita pendek tentang Aku dan sekelumit perasaan yang tiba-tiba datang tanpa pernah diduga dari sebuah kejadian yang tak pernah direncanakan sebelumnya. Perasaan yang melibatkan Aku, Moko lelaki yang kemudian menjadi berarti untuk diri Aku dan Nina sahabatnya. Hingga Aku kemudian memutuskan menjauh dengan rencana kepindahannya.

9. Pawon Rawon Mas Won

Cerpen yang paling membuat saya stress dan langsung membuat perut saya bergejolak. Judulnya eye catching sekali, salah satu yang judul yang unik. Aroma klenik menghiasi cerita ini. Tentang persaingan dalam dunia kuliner di mana ada sebuah warung sederhana tetapi ramai pengunjungnya dan itu membuat pemilik usaha serupa iri dan mencoba mengirimi benda-benda gaib untuk membuat warungnya tak laku. Twist di akhir cerita benar-benar sangat tak diduga. Saat membacanya saya cuek saja karena tidak tahu artinya tapi setelah baca catatan kakinya, reaksi saya cuma satu : Huek!

10. Namaku Samantha Ray

Punya facebook, twitter atau akun sosial media yang lain? Percayakah kalian pada hubungan diam-diam para penggunanya? Cerpen ini menceritakan sedikit tentang itu. Sri Sulanjari yang mengganti namanya menjadi Samantha Ray agar terlihat lebih keren ini menjerat lelaki mapan dengan interaksinya di dunia maya melalui cerita buatan yang menuai simpati. Ketahuan istri sang lelaki atau diblokir pun tak membuat Sri alias Samantha kapok.

11. Darah

Cerpen kesebelas sekaligus cerpen terakhir yang ada di buku kumpulan cerpen ini. Sebuah gambaran kehidupan marjinal yang sarat akan penderitaan. Sejak masih kecil Rahmi harus melihat kenyataan jika Bapaknya berselingkuh dan kerap kali mabuk juga berjudi. Belum lagi penyiksaan yang dilakukan Bapaknya itu terhadap Ibunya. Hanya kepada Supar lah ia selalu meminta perlindungan dari kekejaman sang Bapak yang berprofesi sebagai tukang becak. Namun, ternyata kehidupan belum juga mau berbaik hati pada Rahmi ketika Supar melakukan sesuatu yang akhirnya membuat ia terpaksa meninggalkan Ibunya sendiri.

Cover buku ini jujur saja sangat tidak menarik perhatian, jauh dari kata bagus. Untungnya saya membeli buku ini tidak terlebih dahulu melihat penampilannya, kalau tidak mungkin tidak jadi beli. Huhu, sorry to say yah mbak El. *cium*

Ini buku kumpulan cerpen yang langsung saya baca sampai habis tanpa menunggu hari berikutnya  -tepok tangan- karena kebiasaan saya yang selalu mengulur-ulur waktu membaca. Dan ini kumpulan cerpen pertama yang saya baca berurut dan tak meninggalkan satu cerpen pun untuk tidak dibaca. Singgah, Cerita untuk Sahabat, Perempuan pun masih belum selesai saya baca. Mungkin karena tiga buku tersebut ditulis oleh orang yang berbeda.

Well, kalau dibilang puas, SAYA TIDAK PUAS. Kenapa? Karena buku ini terlalu tipis dan terlalu sedikit isinya. Saya mau yang lebih banyak cerpennya, mungkin baru akan membuat saya puas. Dan tentu saja dengan lebih banyak variasi cerita yang diangkat, saya yakin Mbak El sangat pintar mengolah banyak peristiwa dan fenomena menjadi sebuah cerita yang menyentil.

Cerpen favorit saya di buku ini Genderuwo, Pawon Rawon Mas Won, Bayang-bayang, Susu untuk Sari dan Darah.

Oya, sekedar info, ini adalah review pertama yang saya tulis bukan karena keharusan dan langsung saya buat sesaat setelah saya selesai melahap buku ini. Ini menarik bagi saya. Kemajuan. Saya cuma tidak ingin apa yang saya baca menguap begitu saja.

Dan terakhir, saya menunggu dengan sabar karya-karya Mbak El berikutnya.

BOOK REVIEW : Meragu – Indah Hanaco

Image

 

 

SINOPSIS :

 

Maukah kau berjanji kepadaku? Akan selalu mencintaiku setiap detiknya selama aku bernapas?

Bahwa kamu tidak akan pernah kehilangan kasih sayang untukku?

 

Karena aku akan melakukan hal yang sama. Aku mencintaimu.

Aku ingin membagi kisah hidupku bersamamu. Cuma kamu.

Aku tidak akan membicarakan masa lalu—yang hanya akan menyakiti kita.

 

Janji yang terucap di antara kita akan senantiasa kugenggam, untuk selamanya.

Karena itu, maukah kau melupakan dia?

 

 

Review :

Priska dan Wima adalah pasangan yang sudah 10 tahun berpacaran sejak masih SMA tetapi belum memiliki rencana untuk menikah. Wima yang lebih memilih karir dari pada memperjuangkan hubungannya dengan Priska sama sekali belum memikirkan masalah pernikahan.

Di sisi yang lain kakak dan sahabat Priska tidak begitu menyukai Wima. Ketidaksukaan mereka kerap kali ditunjukkan terang-terangan. Suatu ketika kakak dan sahabatnya itu menjawab sebuah iklan di biro jodoh tanpa sepengetahuan Priska. Jawaban yang mereka layangkan ke si pemasang iklan akhirnya membawa Priska bertemu dengan seorang lelaki kaya raya dan tampan bernama Leon. Tanpa mereka ketahui ternyata Leon adalah seorang duda dengan satu orang putri yang bernama Bea.

Hubungan Priska dan Leon ini bikin greget banget, dalam berbagai adegan digambarkan mereka selalu bertengkar seperti kucing dan anjing. Namun ada satu hal yang selalu membuat keduanya bisa dekat dan akrab, yaitu Bea. Bea adalah putri dari Leon, entah mengapa Bea ini sejak bertemu pertama kali dengan Priska sudah begitu menyukainya bahkan jelas terlihat sangat menyayanginya begitu juga sebaliknya.

Saya suka sekali bagaimana Indah menggambarkan interaksi antara Priska dan Leon. Leon yang dideskripsikan sebagai alpha male dan memiliki jabatan yang tinggi di perusahaan keluarganya ternyata bisa bersikap manis dan baik pada Priska yang baru saja beberapa hari dikenalnya. Bahkan seorang Leon begitu rela meninggalkan pekerjaannya hanya karena Priska merengek kelaparan dan tidak ada makanan. Demi apa pun, Leon ini menggemaskan sekali!

Wima, sang pacar yang menurut saya sangat egois akhirnya memutuskan untuk pindah tugas ke Batam tanpa berdiskusi terlebih dahulu dengan Priska, yang membuat Priska kecewa dan mengambil keputusan untuk putus.

Apakah Priska patah hati? Itu adalah pertanyaan yang sama yang diajukan Priska kepada Leon.

Apakah kebersamaan Priska dan Leon setelah putusnya hubungan Priska dengan Wima membuat Priska dengan mudah jatuh cinta pada Leon atau itu hanya sekedar sebuah pelarian dari rasa kecewa yang selama bertahun-tahun tidak ia sadari?

 

Ini mungkin novel pertama Indah Hanaco yang say abaca. Mungkin, karena saya tidak hapal dengan beberapa buku Indah yang lainnya. Saya suka sekali dengan novel ini walau pun di awal cerita sempat sedikit membuat saya tarik napas dalam-dalam. Sepuluh tahun berpacaran dan belum ada rencana menikah lalu kemudian putus karena sang pacar tak benar-benar memperjuangkannya? Ditambah dengan bertemu laki-laki lain dan merasa jatuh cinta dalam waktu yang singkat. Well, saya memiliki sedikit persamaan di sana tetapi pastinya dengan jalan cerita yang berbeda dengan Priska.

Yang paling saya sukai adalah ketika Indah mampu membangun percakapan-percakapan yang seru antara tokoh-tokohnya terutama antara Priska dan Leon. Pertengkaran kecil antara keduanya bahkan sangat tidak membosankan dan enak untuk diikuti. Ah, bahkan saya sering sekali senyum-senyum sendiri membayangkan pertengkaran mereka yang bikin gemas itu.

Ada quote yang saya suka yang berasal dari kata-kata Leon ketika Priska menanyakan tentang wajar tidak jika ia tidak merasa patah hati. Sebenarnya banyak kata-kata dari Leon yang punya arti yang mendalam dan mengena ketika kita membacanya. Dan kata-kata Leon itu jadi bahan renungan saya juga. Tapi ini salah satu yang paling mengena.

 

“Cinta itu bukan soal lama atau tidaknya menjalin hubungan. Meski kamu bertahan sepuluh tahun dengan kekasihmu, bukan berarti cintamu menjadi luar biasa besar dan tak terkendali. Selama sepuluh tahun ini, ada banyak hal yang bisa saja terjadi. Bisa saja tanpa kamu sadari sama sekali, cintamu perlahan-lahan memudar.”

 

 

.

iL

 

 

 

BOOK REVIEW : Aku Tahu Kamu Hantu – Eve Shi

 

Image

 

Judul: Aku Tahu Kamu Hantu

Penulis: Eve Shi

Penerbit: Gagasmedia

Tahun Terbit: 2013 (Cetakan Pertama)

Harga: Rp. 39.000

Jumlah halaman: 269 hal.

ISBN (13): 978-979-780-652-1

ISBN (10): 979-780-652-9

 

 

Sinopsis:

Aku di sini. 

Kamu bisa melihatku, tetapi kamu tidak bisa mendengarkanku.

Aku tahu kamu bingung, tetapi yakinlah… aku tidak pernah bermaksud jahat.

Aku hanya ingin meminta tolong, karena kamulah satu-satunya orang yang bisa memecahkan teka-teki ini.

Jika kamu melihatku lagi, tolong jangan berpaling.

Semoga kamu mengerti isyaratku.

 

***

 

Review 

AKU TAHU KAMU HANTU. Cerita dimulai ketika Olivia Shafara Dewi berulang tahun yang ke-17. Olivia, biasa dipanggil dengan Liv saja ini banyak mendapat kejutan di usianya yang baru. Secara tiba-tiba Liv bisa melihat makhluk halus yang tidak pernah dia alami sebelumnya. Awalnya Liv tidak menyadari ini sampai kemudian banyak kejadian yang menghubungkan dengan keanehan yang dilihatnya ini. Dari mulai Chandra, Frans sampai makhluk-makhlus halus lain yang sengaja menampakkan dirinya di depan Liv.

Ketika Liv sedang mengalami kebingungan dan ketakutan tentang apa yang terjadi dengannya, Mamanya yang sudah berpisah dengan Ayahnya menelpon untuk mengucapkan selamat ulang tahun dan memintanya untuk menginap di rumahnya. Di sanalah sebuah rahasia yang berhubungan dengan kejadian aneh yang dialami oleh Liv terbuka. Ternyata apa yang terjadi pada Liv adalah sesuatu yang sudah turun menurun ada di keluarganya dari pihak mama. Kemampuan inilah yang kemudian membantunya menguak misteri tentang hilangnya Frans teman sekolahnya.

 

1. First Impression

Pertama kali lihat cover-nya : Wah manis banget ada bunga mawar warna merahnya, walau tulisan judulnya agak nyeremin ( saya ngebayanginnya tulisan itu ditulis oleh darah – oke, berlebihan ). Ketakutan yang diomongin oleh teman-teman akhirnya terbuang sedikit karena cover  itu. Tapi gak bertahan lama sih karena setelah saya perhatiin ternyata di tengah-tengah kelopak mawar itu ada gambar tengkoraknya! Duh, manis-manis creepy neh. Jagoan lah yang buatnya.

Oiya, pembatas bukunya bagus dan unik, kebetulan saya dapat 2. Hepi. Ilustrasinya nggak banget yah. Nyebelin. Selama baca buku ini, di bagian ilustrasi saya tutupin pakai postcard. 

 

2. How did you experience the book

Awalnya sih udah takut duluan, apalagi banyak yang bilang dapat bonus lihat macam-macam. Ternyata setelah baca sih nggak ada apa-apa. Cerita pun enak banget diikutin dan bikin penasaran, walau terganggu sekali dengan ilustrasinya yang berlebihan. Oya karena saya paranoid banget, jadi saya bacanya pas siang aja dan pas di kantor aja. Hantu yang ada di buku ini sih menurut saya nggak menyeramkan yah, karena Eve Shi nggak menggambarkan seperti di film-film Indonesia yang berlebihan itu. Satu-satunya hantu yang bikin saya deg-degan sampai sekarang yang ada di toilet. Duh, toiletnya sama kaya di kantor saya, bikin takut tiap kali sendirian di toilet.

3. Characters

Karakternya banyak! Olivia, Mama, Ayah, Papa tirinya ( lupa namanya siapa ), Kenita, Danil, Frans, Guru-guru dan lain-lain yang bahkan nggak bisa saya ingat tanpa lihat lagi bukunya. Tapi favorit saya itu Liv dan Kenita.

Liv itu tipe remaja yang saya suka. Nggak gaul-gaul amat tapi juga nggak cupu-cupu amat. Yah, bisa diterima disemua tempat lah. Liv ini juga mandiri, kuat dan peduli sama temannya. Asik sih karakternya, walau agak aneh pas berhadapan sama Stevan. Katanya dia bisa karate kok nggak ada perlawanan sama sekali sih?

Daniel Awalnya nyenengin neh karakternya tapi semakin akhir cerita semakin nyebelin. Dan ternyata penyebabnya adalah salah satu kunci dari teka teki yang ada di buku ini.

Kenita teman sebangkunya Liv. Kirain Kenita ini menyebalkan ternyata menyenangkan banget karakternya. Cuek sih kelihatannya tapi ternyata perhatian juga sama Liv, lucu juga sih orangnya.

Frans hmm, hantu yah dia. No comment deh, dia juga nggak ada komennya di sepanjang cerita. 😛 ( menurut ngana? )

Duh banyak neh karakternya, kalau disebutin satu-satu nggak seru yah. Pokoknya itu beberapa karakter yang kuat dalam buku ini.

4. Plot

Alurnya maju, detail, rapi, enak banget dibaca dari awal sampai akhir tanpa ada bagian yang bikin tanda tanya. Semua tokoh seperti dapat bagian cerita masing-masing, bahkan sampai si penjaga sekolah ( namanya lupa ).

  • 5. Pov

Orang ketiga ( Liv ).

  • 6. Main Idea/Theme

Tentang seorang remaja yang tiba-tiba mendapat kemampuan melihat makhluk halus dan bagaimana dia menghadapinya ditengah-tengah masalah remaja yang dialaminya. Dikemas dalam genre horor/thriller remaja.

  • 7. Quotes

Nggak nemu quotes, karena sibuk nahan takut. 😛

8. Ending

Endingnya gantung. Entah gimana nasib Danil, Frans setelah tahu yang sebenarnya dan Chandra. Untuk Chandra kok aku masih nggak ngerti kenapa dia masih gangguin Liv padahal dia sudah dimakamkan.

  • 9. Benefits

Yah setidaknya saya berani baca novel horor untuk pertama kalinya. Kalau dari segi cerita, hm, genk-genk keren di sekolah itu nggak selamanya keren. Please deh, kalian yang masih sekolah jangan mendewakan mereka. Mereka juga cuma remaja yang mungkin sama nggak beruntungnya. 

10. Questions

Mau ada sequelnya nggak? Penasaran neh sama Daniel, Frans, Kenita, Chandra, Gilang.